UniqueNusa.com – Ridwan menegaskan bahwa teknologi AI sebenarnya bukan hal baru, namun perkembangannya sejak 2024 mengalami lompatan besar dalam skala dan kemampuan.
Menurutnya, investasi global di bidang AI kini telah mencapai ribuan triliun rupiah. Era Generative AI memungkinkan model bekerja dengan miliaran data, sehingga mampu memahami bahasa, gambar, video, hingga konteks personal pengguna dengan jauh lebih baik.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam ajang Indonesia Gadget Awards 2025 yang digelar Gizmologi dan Gadgetdiva di Jakarta, Kamis malam (13/11/2025).
- Fitur Gen AI terdiri :
- Text understanding dan text summarization,
- Image/video generation,
- Live translation,
- Pembuatan emoji atau avatar kustom,
- Personalisasi pengalaman sesuai perilaku pengguna,
- AI assistant seperti Gemini dan Apple Intelligence.

Fitur Gen AI Masuk Semua Segmen Harga
Counterpoint mencatat pergeseran signifikan dalam distribusi smartphone AI di dunia:
- 2023 – Gen AI hanya ada di smartphone premium (>USD 400).
- 2024-2025 – mulai hadir di kelas mid-range (USD 200-399).
- 2028 (forecast) – smartphone di bawah USD 100 sudah akan memiliki fitur AI generatif.
Peningkatan penggunaan AI di smartphone didorong oleh kemajuan cloud AI yang mampu memangkas biaya komputasi perangkat. Dengan pemrosesan berat yang dialihkan ke cloud, produsen dapat menghadirkan fitur AI kelas atas meskipun chipset yang digunakan tidak terlalu mahal.
“Cloud AI menurunkan biaya perangkat, tetapi kemampuan yang diberikan jauh lebih besar,” kata Ridwan.
Riset Counterpoint menunjukkan persaingan ketat di antara pemain besar seperti Apple, Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, Honor, Huawei, Realme, OnePlus, dan Google. Hingga 2029, Apple dan Google diperkirakan tetap unggul berkat integrasi software dan hardware yang solid, sementara Samsung diprediksi tumbuh pesat melalui ekosistem Galaxy AI.
Produsen seperti Xiaomi, Oppo, Vivo, Realme, dan Honor juga terus memperluas fitur AI ke kelas menengah.
“Gen AI kini menjadi standar yang hampir wajib di semua lini smartphone,” ujar Ridwan.

Negara Berkembang Jadi Pasar Paling Antusias
Survei global Counterpoint menunjukkan bahwa pengguna memilih smartphone berbasis Gen AI karena beberapa alasan utama:
- Meningkatkan efisiensi (58%),
- Menghasilkan konten berkualitas tinggi,
- Mengoptimalkan pengalaman penggunaan,
- Membantu mengambil keputusan,
- Memperbaiki kualitas foto dan video.
Menariknya, minat terbesar terhadap fitur AI justru datang dari negara berkembang.
“Indonesia dan Thailand termasuk pasar yang paling cepat menerima dan menggunakan Gen AI,” ujar Ridwan.
Menurutnya, pengguna di wilayah ini melihat AI sebagai teknologi yang benar-benar meningkatkan produktivitas sekaligus pengalaman hiburan.
Temukan Informasi kesenian indonesia di sini
